Oleh: Arek Terminal Pandaan | Februari 6, 2008

Selembar Kertas

Sekarang di suruh kuliah untuk ambil S1 untuk registrasi guru” seorang kepala sekolah berkata, “padahal 2 tahun lagi aku sudah pensiun” lanjutnya..

Ungkapan seorang guru yang harus mengikuti aturan dari pemerintah, bahwa guru seluruh Indonesia harus registrasi, dengan minimal pendidikan sarjana..aturan konyol ke dua kali yang muncul dari sistem pendidikan Indonesia, setelah system ujian nasional.

Entah apa yang dim au, kalau semua guru harus registrasi denga syarat tersebut, padahal kebanyakan guru-guru senior dewasa ini adalah produk-produk jaman Orde Lama, yang notabene kebanyakan jebolan dari Sekolah Pendidikan Guru, apakah kalau tidak registrasi, beliau tidak di akui sebagai seorang guru, bagaimana dengan pengabdiannya yang sudah puluhan tahun dan banyak melahirkan cerdik cendekia di negeri ini, apakah beliau, sang guru tersebut, harus memiliki selembar kertas yang namanya ijasah sarjana…konyol.

Yang jadi pertanyaan, apakah dengan menggegam ijasah sarjana kelak akan menjadi seorang guru yang mumpuni, yang dapat menghasilkan cendekiawan-cendekiawan semodel pak Habibie di negeri ini..??, okelah kalau itu guru untuk setingkat sekolah menengah atas dan universitas, kalau untuk sekolah dasar, sebuah masa peletakan dasar ilmu pendidikan, karena disinilah letak keberhasilan sistem pendidikan di pola pendidikan dasar, di saat inilah di butuhkan profil seorang yang bisa “digugu dan ditiru”, pondasi kemampuan seorang anak di bentuk pada masa ini, inilah saat dibutuhkan seorang guru yang benar-benar matang, tidak hanya menggenggam selembar kertas yang bernama ijasah sarjana.

Kasihan kalau melihat bapak dan ibu guru yang produk dari jama lama, sepertinya para petinggi negeri ini tidak percaya akan kemampuan beliau-beliau tersebut, padahal aku termasuk produk dari guru yang tidak memegang ijasah sarjana, juga puluhan teman-temanku sekolah dasar dulu, mereka juga produk guru-guru tidak berijasah sarjana, mereka malah terbilang sukses, bahkan ada yang berposisi sebagai top manajemen di sebuah perusahaan.

Himbaunku untuk para petinggi negeri ini, mbok kalau bikin aturan itu di analisa yang bener-bener tidak asal bikin aturan yang kalau di ikuti tingkat efektifitasnya jauh dari harapan dengan hasil yang tidak memuaskan, gunakan akal sehat untuk menganlisa dengna system pendidikan nasional, jangan sembarangan, karena di sanalah letak masa depan negeri ini, system pendidikan kacau, jangan harap negeri ini akan menuai kemakmuran dan keadilan. Ajaklah duduk bersama para cerdik pandai dan masyarakat-masyarakat yang layak di ajak untuk duduk bersama mendiskusikan rencana system yang baik, agar kelak bangsa ini mempunyai bibit yang unggul, jangan hanya berasumsi bahwa kalau sudah memegan selmbar kertas ijasah sarjana akan menjadi calon pendidik yang benar-benar dapat menghasilkan produk yang unggulan.

Ingat, bahwa pendidikan tidak hanya teori dan ilmu-ilmu pelajaran, satu hal yang penting adalah pembentukan karakter.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.