Memang beliau tidak butuh gelar Pahlawan Nasional
Memang Beliau tidak butuh Namanya diabadikan di seluruh Negeri ini
Tapi,
Kalau kita merasa sebagai Bangsa yang Besar, tentulah kita tidak akan mudah melupakan jasa dan semangat beliau, bagaimana dengan teriakan dan himbauannya di depan corong mikrofon yang di dengarkan oleh seluruh orang Jawa Timur, dapat membakar semangat untuk melawan hegemoni tentara sekutu, yang pada saat itu sedang mengalami euforia dengan kemenangannya di Perang Dunia II, serta euforia pasukan Gurkha yang sukses dengan kemenangannya di Eropa
Euforia tersebut luluh lantak oleh teriakan bung Tomo yang berapi-api…”Allahu Akbar…Allahu Akbar…”, sekutu tidak berdaya menundukkan Surabaya dalam tempo yang singkat, bahkan Om Mallaby pun, yang merupakan jenderal besar tentara sekutu , Mati!.
Itu 63 tahun yang lalu.
Sekarang,
Hanya karena tidak ada yang mengajukan, hanya karena birokrasi, hanya karena tulisan, jasa-jasa tersebut tidak berarti.
Aku Gak Peduli
Aku Gak Urus
Yang penting Sekar, Satria & Sakti tahu, bahwa mereka punya seorang pahlawan besar yang namanya tidak tercantum dalam daftar gelar PAHLAWAN NASIONAL, namun dari sosok beliau ini, Bung Tomo, lahir sebuah hari yang di kenang sebagai HARI PAHLAWAN dan sebagai sebuah perang yang di kenang oleh seluruh dunia